oleh

Wakil Ketua LPCR: Cabang dan Ranting Ujung Tombak Membela Kepentingan Masyarakat

-Daerah-55 views
PRINGSEWU, METROHEADLINE.NET

Sebagai sebuah organisasi, pusatnya Muhammadiyah memang di Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Namun, sebagi suatu gerakan Islam, maka pimpinan Muhammadiyah yang sesungguhnya ada di cabang dan ranting. Bila cabang dan ranting mati, sesungguhmya Muhamadiyah sebagai gerakan telah mati walaupun pimpinan pusat (PP), pimpinan wilayah (PW), pimpinan daerah (PD) Muhammadiyah masih hidup dan aktif.

Hal tersebut disampaikan Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PP Muhamadiyah dalam acara “Dialog dengan LPCR PP Muhammadiyah” yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Muhammadiyah Pringsewu, di Aula Universitas Muhammadiyah Pringsewu (Umpri), Senin (7/6).

Pada diskusi bertema “Revitalisasi LPCR untuk Pengembangan Cabang dan Ranting Muhammadiyah” itu Wakil Ketua LPCR PP Muhamadiyah, Muhammad Jamaluddin Ahmad, mengatakan, cabang dan ranting merupakan ujung tombak dalam rekrutmen dan kaderisasi. Cabang dan ranting sekaligus menjadi ujung tombak dalam menjalankan dakwah keagamaan, ujung tombak dalam ukhuwah dengan organisasi Islam dan organisasi sosial lainnya. Cabang dan ranting juga merupakan duta perserikatan dalam masyarakat, ujung tombak dalam membela kepentingan masyarakat.

“Pada cabang dan ranting yang unggul memiliki kemampuan mengelola dan memiliki masjid serta mengadakan pengajian yang makmur, memiliki amal usaha yang mandiri, tingginya partisipasi AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah, red) dalam pergerakan, mampu melaksanakan rapat secara rutin, serta mampu memanfaatkan media informasi,” tambah pria yang juga menjabat Direktur SDM dan Keuangan RS PKU Muhmadiyah Cepu ini.

Pada kesempata sama, Ketua PD Muhammadiyah Pringsewu, Drs. H. Ator Riyadi, M.M., mengatakan, LPCR merupakan lembaga yang relatif baru dalam Muahammadiyah, yang sengaja dibentuk karena banyak cabang dan ranting yang mengalami masalah, masih kurang efektifnya kaderisasi, serta kurang optimalnya dalam amal usaha Muhammadiyah sebagai lembaga dakwah dan pengkaderan.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan cabang dan ranting dapat melakukan program dan kegiatan apa saja (beragam) yang bertujuan mendirikan dan membangun cabang dan ranting Muhammadiyah,” pungkasnya.

Acara dialog tersebut dihadiri oleh anggota pleno PD Muhammadiyah Pringsewu, anggota dan Ketua LPCR PD Muhammadityah Pringsewu, Ketua PC Muhammadiyah se-Kabupaten Pringsewu, para kepala sekolah SD, SMP, SMK Muhammadiyah Pringsewu, dan tamu undangan lainnya. (Budi Prayitno)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed