oleh

Wabup Sleman Terima Rombongan dari Bank Dunia

-Daerah-42 views
SLEMAN, METROHEADLINE.NET

Wakil Bupati (Wabup) Sleman, Danang Maharsa, beserta sejumlah kepala OPD Kabupaten Sleman menerima kunjungan dari tim Bank Dunia dan Kementerian PUPR, di Balkondes Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, Rabu (28/9).

Kunjungan Bank Dunia beserta rombongan tersebut terkait misi program Indonesia Tourism Development Project yang salah satunya berlokasi di Prambanan.

Danang mengatakan, Prambanan merupakan salah satu kawasan yang masuk ke dalam program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobudur–Yogyakarta –Prambanan (KSPN -BYP). Adapun daerah Prambanan, secara khusus menjadi lokasi yang diamanahi sebagai Key Tourism Area (KTA).

“Oleh karena itu, untuk dapat mendukung program KSPN-BYP ini tentunya diperlukan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur yang optimal,” ucapnya.

Ia juga menyebut, pihaknya juga tengah berupaya untuk melakukan pembangunan sarana dan prasarana pendukung di kawasan Prambanan dan sekitarnya, baik melalui program APBD, APBN, hibah maupun pinjaman International Bank for Reconstruction and Development (LIBRD), termasuk dari Bank Dunia.

Adapun beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Pemkab Sleman, di antaranya promosi wilayah pariwisata, serta pembangunan, dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Prambanan untuk kawasan Berbah, Kalasan, dan Prambanan.

Angelia Budi Nurwihapsari dari Bank Dunia menjelaskan kunjungan timnya (Foto: Joni)

Sementara Angelia Budi Nurwihapsari dari Bank Dunia menjelaskan, pihaknya siap memberikan pinjaman terkait fasilitas SPAM tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan memberikan pinjaman guna pembangunan Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) di Madurejo Prambanan.

“Ini nantinya akan didanai dari pinjaman Bank Dunia dengan dana sebesar Rp55 miliar untuk

pengembangan SPAM di kawasan Berbah, Kalasan, dan Prambanan, dan sebesar Rp9 miliar untuk peningkatan kapasitas IPLT di Madurejo, Prambanan,” jelasnya.

Angelia menjelaskan, pinjaman sudah disetujui, nanti tinggal dilelang dan dilaksanakan. Kemudian hasilnya bisa dirasakan masyarakat dan pastinya para wisatawan.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan diskusi oleh sejumlah stakeholder, di antaranya dari Pokdarwis Sambirejo, Pokdarwis Madurejo, BUMDes Sambimulyo, BUMDes Bokoharjo dan pengelola Desa Wisata Tebing Breksi. Adapun materi diskusi yakni terkait permasalahan pengelolaan air bersih, sampah dan limbah, serta strategi promosi melalui digital marketing. (Joni Chan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed