oleh

Upaya Diversi terhadap Anak yang Berkonflik dengan Hukum di PN Banjarnegara

-Daerah-35 views
BANJARNEGARA, METROHEADLINE.NET

Pengadilan Negeri (PN) Banjarnegera melalui salah satu hakim anak, yakni Arief Wibowo, memfasilitasi jalannya proses diversi terhadap anak yang berkonflik dengan hukum, di Ruang Diversi PN Banjarnegara, Kamis (25/8).

Arief mengatakan, sebagai institusi lembaga penegak hukum yang berperan menegakkan hukum dan keadilan, PN Banjarnegara telah berhasil menerapkan prinsip pelindungan hukum terhadap anak berhadapan dengan hukum yang salah satunya ialah melalui proses diversi.

“Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak yang berkonflik dengan hukum dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Tujuannya, pertama, untuk mencapai perdamaian antara korban dan Anak; kedua, menyelesaikan perkara si anak di luar proses peradilan; ketiga, menghindarkan si anak dari perampasan kemerdekaan; keempat, mendorong masyarakat untuk berpartisipasi; dan keilima, menanamkan rasa tanggung jawab kepada si anak,” paparnya.

Perkara anak yang telah berhasil diversi tersebut ialah perkara narkotika yang menjerat seorang anak dan didakwa oleh Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarnegara dengan Pasal 112 ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No. 35/2009 tentang Narkotika. Anak didakwa karena ditangkap sesudah membeli narkotika jenis sabu bersama temannya untuk digunakan bersama.

Syarat diversi dapat terlaksana sebagaimana dimaksud UU No. 11/2012 tentang SPPA ialah diancam dengan pidana penjara di bawah tujuh tahun dan bukan merupakan pengulangan tindak pidana. Diversi tersebut dilakukan pada tanggal 25 Agustus 2022 di ruang diversi PN Banjarnegara dan juga secara teleconference dengan melibatkan anak, orangtua anak, hakim anak selaku fasilitator diversi, pembimbing kemasyarakatan, penasihat hukum anak, dan penuntut umum berdasarkan pendekatan keadilan kestoratif.

Adapun hasil kesepakatan diversi tersebut, pada pokoknya, menempatkan anak pada Lembaga Sentra “Satria” di Baturraden untuk menjalani rehabilitasi medis dan/atau psikososial dan/atau pembinaan.

Keadilan restoratif merupakan suatu proses diversi, yaitu semua pihak yang terlibat dalam suatu tindak pidana tertentu bersama-sama mengatasi masalah serta menciptakan suatu kewajiban untuk membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik dengan melibatkan korban, anak, dan masyarakat dalam mencari solusi untuk memperbaiki, rekonsiliasi, dan menenteramkan hati yang tidak berdasarkan pembalasan.

Diversi yang dimaksudkan untuk menghindari dan menjauhkan anak dari proses peradilan sehingga dapat menghindari stigmatisasi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum dan diharapkan si anak dapat kembali ke dalam lingkungan sosial secara wajar.

Dengan tercapainya kesepakatan diversi tersebut, Ketua PN Banjarnegara, Niken Rochayati, telah menerbitkan penetapan diversi (29/8) untuk melegitimasi kesepakatan diversi tersebut. (Setiawan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed