oleh

Sekda Lebak : Pelaku UMKM Badui Lebih Maju Pasarkan Melalui Online.

-Daerah-96 views
LEBAK, METROHEADLINE.NET

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Badui lebih maju karena mereka sudah memasarkan produk kerajinan adat melalui online. Demikian dikatakan Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Budi Santoso, saat membuka Komunitas UKM Sejahtera di Kantor Koperasi (Kankop) Lebak, Banten, Selasa (15/3/2022).

Kita mengapresiasi pelaku UMKM masyarakat Badui menggunakan teknologi digitalisasi itu, “kata Budi Santoso.

Pemerintah Kabupaten Lebak terus mendorong pelaku UMKM Badui berkembang sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat adat.  Mereka pelaku UMKM Badui lebih maju karena sudah berlangsung lama memasarkan produknya menggunakan teknologi digital melalui aplikasi Tokopedia, Shopee, Marketplace, Facebook, Lazada, Instagram, Youtube, dan Twitter.

Bahkan, mereka melakukan transaksi penjualan bisa melalui kartu place. Begitu juga banyak wisatawan yang berkunjung ke permukiman Badui dan mereka berbelanja produk kerajinan adat itu. Keunggulan produk UMKM masyarakat Badui lebih spesifik karena produknya menggunakan bahan baku alam, di antaranya tas koja dari akar pohon tereup, sehingga memiliki daya tarik konsumen.

“Produk masyarakat Badui memiliki khas tersendiri dari dulu hingga kini,” katanya menjelaskan.

Pengelola Plaza Lebak yang juga Kepala Bidang UMKM pada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Abdul Waseh, menambahkan, selama ini produk kerajinan masyarakat Badui di Plaza Lebak banyak diminati pengunjung karena memiliki daya tarik sendiri dan harganya relatif terjangkau wisatawan.

Plaza Lebak menyediakan produk aneka kerajinan Badui, di antaranya kain tenun, selendang adat, ikat lomar, tas koja, batik canting Badui, souvenir, bahkan baju dan celana kampret yang digunakan Presiden Joko Widodo.Harga produk kerajinan Badui itu berkisar antara Rp20 ribu sampai Rp250 ribu.

“Saya kira produk etnik daerah itu yang menarik, sehingga mereka membeli dengan jumlah banyak hingga Rp5 juta untuk dijadikan buah tangan,” kata Abdul.

Sementara itu, Kudil (45), seorang perajin Badui, mengatakan, dirinya sejak dulu memasarkan produk kerajinan masyarakat Badui melalui pemasaran digital dengan menggunakan teknologi media internet. Penggunaan teknologi digital itu setelah PT Telkom Indonesia meluncurkan “Kampung UKM Digital” hingga laku pesat pesanan dari berbagai daerah.

Produk UKM kerajinan Badui dapat dibuka dalam jarigan (daring) secara online sehingga bisa diakses oleh masyarakat luas hingga mancanegara.

“Kami sangat terbantu melalui pemasaran digital karena permintaan pasar cenderung meningkat,” jelasnya. (Apip)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed