oleh

Ronald : Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Petani Tembakau

-Ekbis-105 views

Jakarta, Metroheadline.net – Kota Jakarta menjadi tuan rumah dalam kegiatan Festival Tembakau Nusantara 2022 yang melibatkan banyak pelaku UMKM. Festival tembakau yang berlangsung 2 hari (5-6 Maret 2022) diadakan dalam suasana pandemi Covid-19 dengan mengangkat tema ‘Tembakau Penyangga Perekenomian dan Solusi Rakyat Sejahtera’, bertempat di Mangga Dua Square, Jakarta, Sabtu (5/3/2022).

Pembukaan Festival Tembakau Nusantara 2022 dihadiri perwakilan dari Anggota Komisi IV DPR RI Firman Subagyo, Kepala Seksi Pengembangan Kawasan Rempah dan Tanaman Semusim Lain, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Ronald Evan Zigler, Komunitas Tembakau Tingwe Indonesia (KTTI), Ketua APTI Jawa Barat Drs. Suryana, S.Pd., M.Pd., dan Dadi dari Agribisnis Tembakau.

Ronald Ziegler saat ditemui wartawan mengatakan tingkat kesejahteraan petani tembakau Indonesia saat ini kurang baik. Hal tersebut lanjut Ronald disebabkan harga jual tembakau yang cenderung menurun.

“Kami harapkan untuk meningkatkan kesejahteran petani tembakau melalui cara bagi hasil cukai tembakau. Dari bagi hasil cukai tenbakau ini kami berharap dimanfaatkan secara optimal, dan output nya ini benar-benar kepada petani tembakau,” tutur Ronald di Jakarta.

Selain itu Ronald menjelaskan Pemerintah melalui Direktorat Perkebunan akan menyalurkan bantuan fasilitas kepada para petani tembakau.

“Alokasinya dalam bentuk benih, pupuk, sarana pra sarana dan bantuan-bantuan yang lain kepada petani tembakau. Sehingga dengan harganya turun dan biaya produksinya tinggi namun dengan adanya subsidi dan bantuan sosial yang diterima itu bisa dimanfaatkan oleh petani,” papar Ronald.

Walaupun jika ada kelangkaan pada benih dan pupuk, Ronald menjamin pemerintah akan turun tangan membantu petani.

“Jika ada temuan benih dan pupuk langka ditingkat petani maka segera kami bantu,” ucap Ronald.

Bantuan kepada petani tembakau itu sendiri menurut Ronald diwujudkan melalui empat sub kegiatan besar antara lain meningkatkan kualitas bahan baku, alat paska panen, inovasi teknologi, dan pra sarana pertanian tembakau.

“Itu semua diberikan kepada para petani tembakau bisa dalam bentuk pelatihan, varietas benih unggul, motor, dan information geografic,” tandas Ronald. (DBS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed