oleh

Progres Terkini Jalan Penghubung Kota-kota di Kaltim Menuju Bandara Samarinda

-Daerah-157 views

Kalimantan, Metroheadline.net – Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi wilayah dengan kemantapan jalan terendah di Indonesia yaitu hanya 79 persen.

Untuk itu, beberapa program strategis penanganan jalan di Kaltim akan berfokus pada penambahan kemantapan jalan, penyelesaian program konektivitas jalan perbatasan, dan penyiapan infrastruktur pendukung Ibu Kota Negara (IKN).

Semua kontrak pekerjaan juga akan dijadikan multi-years contract (tahun jamak) agar terus berkelanjutan sehingga bisa mencapai target kemantapan jalan di atas 90 persen pada tahun 2024.

“Kita sudah membuat shortcut sepanjang 4 kilometer di dua lokasi yang sudah tembus ke sungai agar jalan tidak kebanjiran pada saat hujan. Pertama, kita akan fokus pada pengurasan drainase, kemudian dinaikkan badan jalannya dan dibeton,” ujar Junaidi.

Jalan Sp 3 Lempake-Sp 3 Sambera-Santan dengan total panjang 52,71 kilometer yang berfungsi sebagai jalan penghubung kota-kota di Kaltim menuju Bandara Samarinda.

Selain itu, infrastruktur konektivitas ini juga sebagai jalan penghubung menuju kilang minyak Bontang dan Tanjung Santan.

Pekerjaan preservasi Jalan Sp 3 Lempake-Sp.3 Sambera-Santan sudah mulai dilaksanakan sejak Juni 2021 dan ditargetkan selesai Desember 2023 dengan biaya sebesar Rp 227 miliar.

Komisi V DPR RI mengharapkan dengan adanya pekerjaan pembangunan dan preservasi jalan tersebut, konektivitas antar-wilayah di Kaltim menjadi lebih lancar.

Konektivitas antar-wilayah yang baik diyakini dapat mendorong perbaikan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik lagi.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) adalah preservasi Jalan Sp 3 Lempake-Sp 3 Sambera-Santan.

Karena, selama dua tahun terakhir, jalan tersebut mengalami banyak kerusakan yang disebabkan oleh banyaknya genangan air.

Fenomena itu terjadi disebabkan oleh lumpur sedimen dari lokasi-lokasi pertambangan yang mengalir ke jalan saat hujan dan menutup saluran-saluran air di sekitarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed