oleh

Polda DIY Berhasil Mengamankan Sindikat Pembobot Mesin ATM

-Daerah-41 views
SLEMAN, METROHEADLINE.NET

Ditreskrimum Polda DIY berhasil mengamankan sindikat pembobol mesin ATM, yang diungkap Polres Kulon Progo. Mereka dalam waktu 12 jam mampu membobol 17 mesin ATM di sekitar DIY.

Komplotan berjumlah 4 orang, yakni DH (32 tahun, warga Bogor), DF (33, warga Bandung), T (36, warga Jawa Barat, dan W (31, warga Lampung, berhasil ditangkap. Semua tersangka saat ini sudah ditahan di Polda DIY.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto, kepada wartawan, Jumat (5/8). Yulianto mengatakan, terungkapnya kasus itu berawal dari adanya laporan polisi pada hari Minggu (31/7) yang lalu. Dari laporan itu pelapor mengatakan bahwa adanya pembobol mesin ATM di Yogyakarta.

“Kami mendapat laporan itu, Ditreskrimum Polda DIY langsung melakukan penyelidikan di lapangan. dengan melakukan olah TKP dan pemeriksaan para saksi. Hasilnya, petugas berhasil mengidentifikasi para pelaku. Dari hasil penyelidikan petugas pelaku berhasil kami amankan di Bandung dua hari setelah kejadian,” katanya.

Komplotan tersbangka pembobol ATM (Foto: Jon)

Sementara itu, Wadir Reskrimum Polda DIY, AKBP K. Tri Panungko, mengatakan, sebelum melakukan aksinya, keempat tersangka berkumpul dulu di daerah Bogor. Setelah itu  semua tersangka menuju Yogyakarta menggunakan bus. Setelah tiba di Yogyakarta, tersangka mulai memetakan wilayah sasaranya.

Tri menerangkan, sebelum melakukan aksinya setelah itu tersangka menyewa mobil Honda Brio di daerah Gamping. Selanjutnya mereka mulai melakukan aksinya di Yogyakarta dan Kulon Progo. Para pelaku mulai melakukan aksinya pukul 21.00 WIB hingga 03.00 WIB di wilayah Yogyakarta. Lalu,  mereka beraksi lagi di wilayah Kulon Progo. Kurang dari 12 jam pelaku berhasil membobol 17 mesin ATM.

Saat menjalankan aksinya, katanya melanjutkan, keempat pelaku mempunyai peran masing-masing. T dan W masuk ke mesin ATM, kemudian W melakukan transaksi penarikan uang dan mencongkel tempat keluarnya uang dengan alat obeng.

Setelah itu T mengambil uang dengan alat penjepit yang sudah dimodifikasi dengan tongsis, DF bertindak sebagai yang mengawasi T dan W saat melakukan aksinya. Sementara itu, DH bertindak sebagai penyewa mobil merangkap sopir.

Waka Reskrimum juga mengatakan otak pembobol ATM ini adalah T, perbuatan ini sudah direncanakan saat berada di rumah W di Bogor. T mengetahui cara melakukannya karena diberi tahu oleh seseorang di Sumatra. Dalam melakukan kejahatannya pelaku berhasil menggasak uang dalam mesin ATM mencapai Rp 48 juta. Uangnya kemudian habis digunakan pelaku untuk membayar sewa mobil dan bersenang-senang. Setiap ATM uang yang diambil jumlahnya bervariasi ada yang dapat Rp 700 ribu-sampai Rp 3 juta.

Tri juga menyampaikan, pihkanya mengamankan barang bukti berupa penjepit dari tongsis, obeng, dan ATM, serta mobil. Atas perbuatan pelaku kita jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun. (Joni Chan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed