oleh

Pokja Kaliabang Tengah Laksanakan Pemaparan Kinerja di Hadapan Wali Kota Bekasi

-Daerah-117 views
BEKASI, METROHEADLINE.NET

Selama ini banjir menjadi rutinitas tahunan bagi sebagian wilayah Bekasi Utara. Apalagi, penduduk semakin padat yang secara otomatis mengurangi lahan terbuka hijau untuki penyerapan air. Ditambah lagi terjadi pendangkalan sungai membuat aliran air dari hulu ke hilir menjadi lambat, belum lagi banyaknya sampah dan gulma atau rumput liar yang tumbuh subur, maka banjir tak terhindarkan.

Menghadapi permasalahan tersebut, di Kelurahan Kaliabang Tengah telah dibentuk kelompok kerja (pokja) yang khusus menangani daerah aliran sungai yang melintasi wilayah. Sesuai tugas dan fungsi pokja yang telah mendapatkan surat keputusan tertanggal 3 April 2022, maka dimulainya kegiatan pematusan sedimen tersier dan pengerukan sungai sepanjang 3 km.

Sebagai bentuk rasa tanggung jawab pokja, maka diadakan pemaparan dan evaluasi yang berlangsung di Rumah Layanan Umat, Selasa (21/6), yang dihadiri Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Camat Bekasi Utara, DBMSDA, lurah, RW, dan tokoh masyarakat.

Ketua Pokja Kaliabang Tengah, Mario, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan evaluasi kinerja pokja dalam melaksanakan tugas agar ke depan bisa mengambil langkah lebih baik lagi.

“Kita akan terus benahi aliran sungai agar bisa mengantisipasi banjir. Dalam hal ini peran serta seluruh RW dan masyarakat sangat penting. Kita sudah memulai kegiatan pada 29 April 2022 dan akan kita lanjutkan langkah ke depan. Kita ucapkan terima kasih kepada wali kota, camat, lurah, dinas bina marga, dan para ketua RW yang telah membantu pelaksanaan kegiatan. Mari kita bangun sinergisitas ke semua pihak agar aliran sungai menjadi bersih dan rapih,” ujar Mario.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung kinerja pokja. Ke depan, kata Tri, akan diupayakan pembuatan folder penampung air untuk daerah perbatasan dengan pemanfaatan lahan penghijauan sekitar aliran kali.

“Arah pemberdayaan ekonomi rakyat, program hidroponiik, magot, pemisahan sampah dari rumah dan pengembangan ekonomi adalah merupakan program pemerintah kota. Kita akan kembangkan adanya keuntungan bank sampah yang merupakan multiefek dari pengeloaan lingkungan hidup, drop box dimulai dari sekolah dan terakumulasi jadi nilai ekonomi yang baik. Perlu kita ingat Kota Bekasi dilintasi oleh sungai dan menjadi skala ekonomi yg baik. Kalimalang menjadi sumber rekreasi Kota Bekasi, pemerintah hadir untuk pengembangan ekonomi rakyat di aliran sungai,” tegas Tri.  (Dody)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed