oleh

Komnas Perlindungan Anak Banjarnegara Apresiasi Penangkapan Guru Ngaji Cabul

-Daerah-55 views
BANJARNEGARA, METROHEADLINE.NET

Komnas Perlindungan Anak Banjarnegara mengapresiasi penangkapan guru mengaji pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara. Guru ngaji tersebut diduga telah melakukan pencabulan terhadap 7 santri putra.

Demikian dikatakan Ketua Komnas Perlindungan Anak pimpinan Aris Merdeka Sirait Kabupaten Banjarnegara, Harmono, S.H., M.M., C.L.A. ketika ditemui di sekretariatnya, Kamis (1/9). Ia memberkan apresiasi langkah yang cepat penangkapan oknum guru ngaji tersebut.

“Kita apresiasi langkah cepat Polres Banjarnegara. Sepatutnya kita apresiasi. Namun, perkara yang sama juga demikian seperti kasus Gurah di Silengkong, Karang Tengah, Wanayasa, yang sudah dilaporkan pada Agustus 2021, korbanya 10 Anak perempuan,” tegas Harmono yang juga pengacara ini berharap agar pelaku dihukum sesuai perbuatanya.

Sementara itu, menurut Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto, kejadian ponpes tersebut menurut laporan salah satu korban AG (15) terjadi pada 21 Juni 2022 sekira pukul 13.00 WIB. Tersangka melihat korban berjalan di depan rumah tersangka, kemudian ia melambaikan tangan memanggil korban untuk datang ke rumahnya. Lalu tersangka perintahkan korban duduk di ruang tamu dan menawarkan makanan dilanjutkan dengan memesankan makanan melalui aplikasi online.

“Setelah memesan makanan, tersangka menarik tangan korban dan diajak ke kamar. Di situlah tersangka mulai melakukan aksi cabul. Lalu ia meminta korban agar malamnya menginap di rumahnya. Sekira pukul 14.30 WIB korban kembali ke asrama yayasan,” ungkapnya.

Selanjutnya, sekira pukul 21.15 WIB tersangka menghampiri AG di asrama. Ia membangunkan korban yang sedang tidur untuk ajak ke rumahnya. Sesampainya di rumah, tersangka dan korban masuk ke dalam kamar. Di situlah terjadi perbuatan cabul. Setelah makan habis, lalu tidur bersama. Sekira pukul 02.15 WIB tersangka membangunkan AG untuk pulang ke asrama dan tersangka memerintahkan korban agar tidak cerita ke siapa-siapa,” katanya.

Tersangka, kata AKBP Hendri, telah melakukan perbuatan cabul sebanyak empat kali kepada AG. Kejadian pertama pada 21 Juni 2022 pukul 21.15 WIB, kedua masih bulan Juni 2022, kejadian ketiga 19 Juli 2022 sekira pukul 21.00 WIB, dan keempat pada 29 Juli 2022 sekira pukul 21.00 WIB.

“Setelah itu, kemudian dilakukan pengembangan. Ternyata, ada korban lain yang merupakan santri di yayasan tersebut, yakni HA (13 tahun), NN (15), FN (13), MS (13), dan MA (15),” ungkap Hendri. (Setiawan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed