oleh

Keluarga AAH Meminta Polisi Tangkap dan Adili Oknum Satpam Pelaku Penganiayaan

-Daerah-111 views
WONOSOBO, METROHEADLINE.NET

Malang nian nasib AAH. Bocah berusia 15 tahun itu dianiaya oleh seorang oknum satpam ketika sedang menonton konser dangdut di Desa Bomerto, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu dini hari (24/4/2022).

Saat AAH sedang asik menonton pertunjukan dangdut tiba-tiba terjadi insiden keributan sekitar pukul 00.15 WIB. Anak itu menonton bersama rekan-rekan lainnya jauh dari panggung.

“Tiba-tiba seseorang datang menghampiri saya. Saya tidak tahu apa-apa. Saya juga nonton bersama anak-anak lainnya. Orang itu menonjok saya, lalu saya jatuh. Tanpa perlawanan. Ia kemudian menyeret dan melempar saya ke kolam ikan. Kemudian ia memukuli saya berkali-kali hingga kepala pusing. Setelah itu, saya tidak tahu lagi kejadiannya. Saya sadar sudah di rumah warga,” kata AAH menceritakan kejadiannya.

AAH menjadi korban keganasan oknum satpam (Foto: Setiawan)

Ternyata, AAH ditolong oleh kakaknya. Mulanya, kakaknya tidak tahu kalau yang dipukuli itu adiknya karena posisi saya jauh dari tempat AAH. Begitu tahu kalau yang dipukuli adiknya, ia langsung menyelamatkannya dari penganiayaan yang dilakukan oknum satpam sebuah perusahaan di Wonosobo itu.

“Saya yang menolong adik saya. Saya tidak tahu kalau yang dipukuli adik saya. Karena agak jauh dari lokasi tempat saya nonton dan itu kan malam hari. Jadi, ga lihat jelas. Saya kaget begitu saya lihat ternyata adik saya yang si oknum satpam itu. Kemudian, saya amankan adik saya ke rumah warga sekitar, terus saya bawa pulang,” kata kakak AAH kepada awak media.

AAH kemudian dibawa ke rumah sakit untuk divisum. Kakak AAH mengatakan bahwa pelaku penganiayaan tidak merasa bersalah atas kejadian tersebut.

“Akhirnya saya dan keluarga melaporkan penganiayaan yang dilakukan oknum satpam tersebut ke Polres Wonosobo pada Rabu, 30 Maret 2022. Naum, hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian. Kami serahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Adik kamu masih anak-anak, umurnya baru 15 tahun, dan tidak tahu apa-apa. Adik saya trauma atas kejadian tersebut. Hingga saat ini belum mau kembali kep pondok pesantren tempat ia menimba ilmu karena masih mengeluhkan kepalanya yang terasa sakit,” kata kakak AAH menjelaskan.

Kakak AAH dan keluarganya meminta pihak berwajib segera menindaklanjuti kasus tersebut dan menangkap si pelaku. Apalagi ada tiga orang saksi atas penganiayaan tersebut yang menyaksikan korban, yang tubuhnya jauh lebih kecil, terus dihajar oleh pelaku yang kesetanan. Entah apa yang merasuki oknum satpam yang tubuhnya lebih kekar tersebut.

Riyanto, seorang tokoh masyarakat, prihatin atas kejadian tersebut. Ia berharap pihak berwajib segera menangani kasus penganiayaan itu.

“Korban adalah seorang anak yang masih mengikuti pendidikan di pondok pesantren. Pelakunya seorang oknum satpam yang tidak merasa bersalah atas kejadian tersebut. Ini menimbulkan pertanyaan, apakah ia sedang mabok, dalam pengaruh barang terlarang, atau apa? Pihak kepolisian kami mohon segera menindaklanjutinya,” tutur Riyanto.

Pihak keluarga AAH juga tidak terima atas penganiayaan yang dilakukan oknum satpam tersebut. Keluarga korban pun sangat mengharapkan pihak kepolisian mengusut dan menyeret pelaku untuk diadili.

“Kami sangat kecewa dan tidak terima. Adik kami sekarang mengalami trauma. Sekarang ia murung saja. Untuk itu, kami sangat minta tolong pihak kepolisian bisa secepetnya memproses secara hukum oknum satpam itu dan segera diadili,” pungkas kakak AAH. (Setiawan)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed