oleh

Kades Lolomoyo: Dana Penanganan Covid-19 Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

-Daerah-123 views
TELUK DALAM, METROHEADLINE.NET

Pandemi Covid-19 yang bukan hanya melanda negeri ini, tetapi hampir seluruh negara dan bangsa terhinggapi. Karena itu, negara-negara di dunia internasional bahu-membahu menangani penyembuhan bagi penderitanya dan pencegahan penyebaran virus berbahaya ini.

Begitupun di Indonesia, bukan hanya penanganan penderita, penyediaan vaksin, dan penemuan antivirusnya, Presiden Joko Widodo beserta pembantu-pembantunya tak kenal lelah melakukan berbagai upaya untuk menangani dampak sosial, dampak yang makin lama makin terasa bagi masyarakat bawah, termasuk warga Nias Selatan, Sumatra Utara.

Pemerintah Desa Lolomoyo juga melakukan juga penanganan dampak pandemi Covid-19. Namun, Kepala Desa (Kades) Lolomoyo, Philipus Foarota Giawa, menegaskan, pemberian bantuan sosial bukan hanya persoalan mengeluarkan uang, lalu beres, selesai.

Bantuan sosial diberikan kepada warga Desa Lolomoyo (Foto: Azasi Giawa)

“Bantuan yang diberikan harus bermanfaat bagi masyarakat. Jadi, tidak sekadar pemberian bantuan. Bukan hanya mengeluarkan uang tetapi tidak ada manfaatnya bagi si penerima,” demikian dikatakat Kades Giawa dalam Rapat Musyawarah Penanganan Covid-19 di Balai Desa Lolomoyo, pada awal bulan ini.

Secara umum di Indonesia, kasus Covid-19 cenderung naik penyebarannya, malahan ada varian baru virus ini. Giawa menegaskan bahwa ia dan warga Desa Lolomoyo beruntung karena masih belum ada yang terpapar Covid-19.

“Akan tetapi, wajib kita waspadai kemungkinan penyebaran virus ini dan perlu penanganan dini. Para lansia renta terpapar virus korona ini. Oleh karenanya, hal ini wajib menjadi perhatian kita bersama dalam penanganan penanggulangan Covid-19, yaitu pemberian vitamin kepada masyarakat lansia (60 tahun lebih),” ungkapnya.

Kades menjelaskan, Menteri Keuangan RI sudah menetapkan bahwa dalam anggaran dana desa penanganan Covid-19 setidaknya sebesar 8% dari pagu dana yang ada dan boleh lebih.

“Berarti di Desa Lolomoyo, dana penanganan Covid-19 sekitar kurang lebih Rp62 juta. Anggaran ini akan kita manfaatkan sebaik mungkin dan harus bermanfaat bagi masyarakat. Oleh sebab itu, para relawan harus betul-betul melaksanakannya dengan baik,” katanya.

Ia menjelaskan, APBDes sudah selesai. Setelah dihitung-hitung, anggaran untuk pembangunan sangat sedikit, sekitar Rp20 juta lebih lagi. Karena, APBDes tersedot dalam anggaran BLT dan pendataan SDGs.

“Penerima BLT di Desa Lolomoyo sebanyak 77 orang,” katanya mengkhiri. (Azasi Giawa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed