oleh

Inilah Pernyataan Sikap Ormas GPI, Salah Satunya Desak Jokowi Non Aktifkan Kapolri

Foto: Istimewa

Jakarta, Metroheadline.net – Ormas Gerakan Pemuda Islam (GPI) mengadakan pernyataan sikap hasil diskusi terbatas dengan tema “Selamatkan Institusi Polri Dari Gurita Sambo”, di Markas GPI Jl. Menteng Raya No. 58, Jakarta Pusat, Rabu (31/8/2022).

“Hari ini kami menggelar pernyataan sikap berdasarkan hasil diskusi terbatas dari beberapa Ormas yang sebelumnya berkumpul bersama GPI,” ungkap Koordinator Tim Diskusi Terbatas Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (GPI) Khoirul Amin.

Khoirul juga menyebut pihaknya akan mendesak agar Presiden Jokowi untuk menonaktifkan Kapolri dan membentuk Tim Independen.

“Institusi Polri harus segera diselamatkan, dan Polri harus dibersihkan dari para mafia,” katanya.

Adapun pernyataan sikap yang dikeluarkan Ormas GPI adalah sebagai berikut:

1. Meminta kepada Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk memberikan penghargaan kepada Kapolri terhadap ukiran prestasi yang telah dicapai dalam memimpin Kepolisian Republik Indonesia.

2. Dalam rangka menyelamatkan Institusi Polri dan membersihkan Polri dari para mafia, maka kami meminta kepada Presiden Jokowi untuk segera menonaktifkan Kapolri dan membentuk Tim Independen.

3. Untuk menghindari arogansi Polri kewenangan dan kekuasaan Polri yang berlebihan. Maka kami meminta agar Polri menjadi di bawah Menteri Dalam Negeri atau Kembali di bawah Tentara Nasional Indonesia.

4. Mendukung saudara Ferdy Sambo untuk membongkar semua persekongkolan dan para mafia di internal Institusi Polri. Sehingga Polri benar benar menjadi Lembaga penegak hukum yang bersih, humanis dan mengayomi seluruh masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Tim Diskusi Terbatas Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (GPI), Rahmat Imran mengharapkan kasus Ferdy Sambo menjadi “Whistle Blower” untuk membongkar semua persengkolan dan kasus tersembunyi yang melibatkan petinggi Polri.

“Bongkar dan ungkap semua kasus yang melibatkan internal Polri. Kami berharap Irjen Pol Ferdi Sambo bersikap terbuka dan transparan untuk membuka kasus-kasus yang masih belum terungkap. Contohnya judi online dll,” tegasnya.(Mul/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed