oleh

Harga Minyak Goreng Naik, Bupati KSP Minta Warga Sleman tidak Panik

-Daerah-114 views
SLEMAN, METROHEADLINE.NET

Kenaikan harga komoditas minyak goreng hampir terjadi di sejumlah daerah. Salah satunya di Kabupaten Sleman. Berdasarkan pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, harga minyak goreng kemasan perlahan merangkak naik dari kisaran Rp17.500 per liter kini menjadi Rp18.500 per liter. Sementara, minyak goreng curah juga tak jauh berbeda hanya selisih Rp500 per liter atau Rp18.000 per liter.

Menanggapi fenomena tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo (KSP), meminta masyarakat tidak panik. Pasalnya, kenaikan tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Sleman.

“Kenaikan ini merata, bahkan global tidak hanya nasional. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, salah satunya harga CPO itu sendiri,” ungkap KSP saat dikonfirmasi, Kamis (25/11).

Lebih lanjut ia mengatakan, kendati begitu, Pemkab Sleman saat ini terus berupaya dengan berfokus pada pemantauan harga harian. Hal itu bertujuan agar kenaikan harga minyak goreng tidak menyebabkan dampak yang luas.

“Kemarin sudah difasilitasi dari Disperindag DIY dan Bulog dengan operasi pasar di Prambanan sebanyak 500 paket. Harga per paket Rp25.000 berisi 1 liter minyak goreng dan 1 kg gula pasir. Selain itu, kita juga pantau agar pasokan serta distribusi cukup dan aman,” katanya.

Kustini menuturkan, pada 2022 mendatang pemerintah pusat juga menyiapkan aturan bahwa minyak goreng tidak boleh dijual curah, sehingga semua produk minyak goreng yang diedarkan harus dalam bentuk kemasan.

“Tahun depan semua minyak goreng itu harus dalam kemasan. Tujuannya untuk menjamin keamanan pangan. Di Sleman ada satu perusahaan produsen minyak goreng dan rencananya kita juga akan koordinasi. Tapi, kita masih menunggu spek standar kemasan dari Kemendag,” katanya menerangkan.

Pihaknya meminta masyarakat tidak panik dengan fenomena tersebut. Pemkab Sleman memastikan stok kebutuhan bahan pokok di Sleman masih aman menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Yang penting masyarakat belanja yang bijak. Jangan ada panic buying, apalagi sampai ada aksi penimbunan,” tambahnya. (Joni Chan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed