oleh

Fraksi PKS Pringsewu Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi

PRINGSEWU, METROHEADLINE.NET

Fraksi PKS Kabupaten Pringsewu dengan tegas menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang diumumkan oleh pemerintah pada akhir pekan lalu. Fraksi PKS menilai, kenaikan harga BBM bersubsidi oleh pemerintah dinilai tidak tepat.

Hal ini disampaikan Ketua Fraksi PKS di DPRD Kabupaten Pringsewu, Homsi Wastobir, di ruang kerjanya kepada Metroheadline.net, Selasa (6/9).

“Kami atas nama Fraksi PKS Pringsewu dan mewakili konstituen yang berada di Kabupaten Pringsewu menolak dengan tegas kenaikan BBM subsidi yang telah diumumkan pemerintah,” ungkap Homsi.

Menurut dia, kenaikan BBM tersebut akan menambah jumlah masyarakat miskin dan memicu lajunya inflasi. Hal ini tidak sesuai dengan jargon pemerintah pada waktu perayaan Hari Kemerdekaan RI yang ke-77, “Bangkit Lebih Cepat dan Pulih Lebih Kuat”.

“Bagaimana mungkin kita akan bangkit lebih cepat dan pulih lebih kuat sementara harga BBM bersubsidi yang dikhususkan untuk orang-orang yang kurang mampu ini dinaikkan, yang justru menyebabkan semua kebutuhan bahan pokok akan melambung tinggi dan daya beli masyarakat semakin menurun,” katanya.

Homsi menegaskan, jika pemerintah tetap melanjutkan kenaikan harga BBM ini berarti sikap pemerintah bertolak belakang dengan semangatnya yang ingin segera memulihkan ekonomi. Dengan kenaikan BBM subsidi maka akan  berefek domino yang berarti juga akan menaikkan harga-harga dan kebutuhan bahan pokok yang lainnya serta memicu tingginya biaya transportasi.

PKS berpendapat bahwa kenaikan BBM belumlah tepat karena masyarakat belum sepenuhnya pulih dari wabah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini.

” Kami dari PKS Pringsewu dengan ini menolak dengan tegas kenaikan harga BBM,” pungkas Homsi. (Budi Prayitno)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed