oleh

Bupati Sleman Resmikan Program Skrining Kesehatan Aktif Bersama Zero TB Yogyakarta

-Daerah-10 views
SLEMAN, METROHEADLINE.NET

Bupati Sleman, Kustini Sripurnomo, meresmikan program skrining kesehatan aktif bersama Zero TB Yogyakarta di Kapanewon Ngemplak, Senin (5/9). Ia mengatakan, program ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dengan Universitas Gajah Mada (UGM) khusus di bidang kesehatan.

Kustini berpesan, bahaya TBC masih menjadi tantangan kesehatan yang dapat mengganggu produktivitas warga Sleman, bahkan menyebabkan kematian. Melalui kerja sama ini, dia berharap agar masyarakat Kabupaten Sleman semakin mengenal bahaya TBC dan mengikuti skrining kesehatan yang difasilitasi oleh Zero TB Yogyakarta, sehingga bagi warga yang terdeksi TBC bisa segera diobati dan bisa sembuh.

Ia juga mengatakan, terlebih lagi di Indonesia memiliki target untuk eliminasi TBC pada 2030, sedangkan di Sleman temuan kasus TBC masih belum mencapai target. Oleh karena itu, bupati berharap agar sosialisasi terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman TBC. Dengan kesadaran ini masyarakat diharapkan secara aktif melakukan tes atau deteksi dini serta melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan.

” Saya melalui program Zero TB Goes to Sleman ini masyarakat benar-benar dapat memperoleh kemudahan pemeriksaan, sehingga dapat dilakukan investigasi kontak. Harapannya, program Zero TB Goes to Sleman ini dapat mendukung eliminasi tuberculosis, ” kata Kustini.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Zero TB Yogyakarta, dr. Rina Triasih, Sp.A. (A), mengatakan,  mengapresiasi Pemkab Sleman melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman yang telah mengemas inisiasi Zero TB secara terpadu, dengan skrining kesehatan lainnya dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional (HKN). Dinkes Sleman juga, kata Rina menambahkan, sudah dapat menghadirkan para pemangku kebijakan daerah, tokoh masyarakat, organisasi profesi kesehatan dan perhimpunan RS wilayah DIY.

Ia melanjutkan, untuk mendukung program Zero TB, sebagai upaya eliminasi TBC di Kabupaten Sleman, Zero TB Yogyakarta adalah sebuah inisiatif penanggulangan TBC yang berlandaskan tiga elemen, yaitu penemuan kasus secara aktif, pengobatan yang efektif, dan pencegahan TBC pada kontak serumah dengan penderita.

Inisiatif ini bertujuan untuk menurunkan kasus TBC di DIY dengan menyusun dan melaksanakan kegiatan yang komprehensif dan melibatkan multisektor. Target yang ingin dicapai, kata Rina, adalah penurunan kasus TBC hingga 50% dalam waktu lima tahun. Program ini telah dimulai sejak 2020 di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo hingga saat ini berlanjut di Sleman.

Kepala Dinkes Sleman, dr. Cahya Purnama, M.Kes. (Foto: Joni Chan)

Kepala Dinkes Sleman, dr. Cahya Purnama, M.Kes., yang turut hadir, menyampaikan, sebagai daerah dengan penduduk terbesar di DIY, yaitu 1.087 jiwa semester 2021, TBC hingga kini menjadi salah satu prioritas masalah kesehatan yang masih belum dapat dituntaskan.

Data Dinkes Sleman, kata Cahya, pada 2017-2019 menunjukkan angka kesakitan TBC yang terus meningkat. Pada 2020-2021 temuan kasus menurun karena pengaruh pandemi Covid -19. Hal yang menyebabkan kegiatan aktif untuk menemukan kasus TBC terkendali, realisasi penemuan kasus dan pengobatan TBC di Sleman pada 2021 baru mencapai 983 kasus. Lebih rendah dari target Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, yaitu sebesar 2.546 kasus. Sementara itu, kasus TB kebal obat yang ditemukan pada 2021 sebanyak 22 kasus.

Menurutnya, memang mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, dengan demikian perlu inovasi dan strategi baru untuk bisa menjangkau populasi resiko tinggi yang didukung oleh segenap lintas sektor agar program skrining aktif TBC yang diinisiasi melalui Zero TB ini dapat dikenal luas dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

“Peluncuran program ini kami laksanakan sekaligus dengan rangkaian gebyar HKN, yang akan diperingati pada November 2022 dengan tema ‘Sleman Sehat Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat,’” tutupnya. (Joni Chan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed