oleh

Bupati Sleman Ajak Masyarakat dan Pengusaha Swasta Kolaborasi untuk Rehabilitasi RTLH

-Daerah-44 views
SLEMAN, METROHEADLINE.NET

Kebutuhan akan rumah tinggal yang layak huni merupakan salah satu hak dasar rakyat Indonesia, khususnya warga Sleman. Oleh karena itu, setiap warga negara berhak mendapatkan tempat tinggal dan lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, kepada awak media, saat menghadiri pelaksanaan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), di Kalurahan Tirtoadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Jawa Tengah, Senin (25/7).

“Dengan rumah layak huni, kehidupan masyarakat diharapkan akan makin sehat fisik maupun psikis, sehingga mampu berdaya secara ekonomi dan lebih produktif,” kata Kustini.

Ia mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung lancarnya pelaksanaan program rehabilitasi RTLH menjadi layak huni dan sehat. Tanpa didukung banyak pihak, katanya menegaskan, program rehabilitasi RTLH tidak dapat terlaksana dengan optimal.

Kegiatan tersebut, katanya lagi, merupakan salah satu wujud komitmen Pemkab Sleman bersama masyarakat dan pihak dari swasta dalam mengentaskan kemiskinan. Kegiatan rehab RTLH ini sudah dilakukan Pemkab Sleman sejak 2010 dan hingga saat ini total sudah menangani 11.066 unit RTLH. Anggarannya bersumber dari APBN, APBD provinsi, APBD kabupaten, Baznas, dan CSR.

“Pada 2022 Pemkab Sleman telah memperoleh DAK bidang perumahan Rp7,77 miliar, yang terdiri dari DAK Rp4,44 miliar dan sharing APBD Rp3,33 miliar, sedangkan kegiatan peningkatan kualitas RTLH APBD bidang perumahan sebesar Rp3,912 miliar,” katanya menjelaskan.

Pemkab Sleman, katanye menambahkan, juga mendapatkan alokasi anggaran rehabilitasi RTLH untuk peningkatan kualitas dan pembangunan baru dari Provinsi DIY sebesar Rp3,51 miliar. Karena, alokasi anggaran baik DAK maupun APBD tersebut belum mencukupi kebutuhan untuk peningkatan kualitas 9.841 unit RTLH dan 3.811 unit pembangunan baru selama 2021.

“Pada 2022 ini penanganan RTLH di Kabupaten Sleman untuk peningkatan kualitas RTLH sebanyak 400 unit dan pembangunan baru, melalui program DAK dan APBD provinsi, sebanyak 258 unit, sehingga masih ada daftar tunggu RTLH yang belum tertangani sejumlah 12.944 unit,” paparnya.

Rumah yang belum tertangani tersebut terdiri dari 9.441 unit untuk peningkatan kualitas RTLH dan 3.553 unit pembangunan baru. Pelaksanaan kegiatan untuk penanganan RTLH hingga saat ini sudah pada tahap pencairan kepada semua penerima. Bantuan melalui Bank Sleman pada tahap ini akan diserahkan sebanyak 253 buku rekening bantuan dari APBD dan 222 buku rekening dari dana DAK.

“Dana bantuan rehabilitasi RTLH ini agar dipergunakan untuk memperbaiki rumah secara optimal, sehingga rumah warga nantinya benar-benar layak huni dan sehat untuk ditinggali,” ujarnya mewanti-wanti.

Pemkab Sleman, ia menambahkan, menyambut dan membuka kesempatan kolaborasi dan kerja sama dalam upaya rehabilitasi RTLH ini. Karenanya, pihaknya juga mengajak masyarakat maupun swasta untuk bersama-sama berpartisipasi dan peduli mengentaskan kemiskinan melalui rehabilitasi RTLH.  (Joni Chan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed