oleh

Upacara HUT Ke-70 Kulon Progo Dilaksanakan Secara Virtual dengan Proes Ketat

-Daerah-102 views
KULON PROGO, METROHEADLINE.NET

Dandim 0731/Klp, Letkol Inf Yefta Sangkakala, S.Sos., beserta Ketua Persit KCK Cabang XXXII Koorcab Rem 072 PD IV/Diponegoro, mengikuti Upacara Hari Jadi Ke-70 Kabupaten Kulon Progo Tahun 2021, di Aula Adikarta Kompleks Kantor Pemkab Kulon Progo, Jumat (15/10).

Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo, mengatakan, Upacara Hari Jadi Ke-70 Kabupaten Kulon Progo dilaksanakan secara virtual dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) karena masih dalam pandemi Covid-19.

“Tema yang kita ambil adalah ‘Kulon Progo Gumregah, Kita Sehat, Ekonomi Bangkit’ dapat dimaknai kita harus gumregah dengan penuh semangat, mengerahkan semua potensi yang ada, untuk meningkatkan perekonomian di tengah pandemi ini,” ungkap Sutedjo.

Dia menambahkan, sejumlah penghargaan diraih, baik tingkat provinsi maupun nasional. Tentunya, semua itu merupakan jerih payah dan usaha bersama dengan tujuan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Berbagai inovasi telah berjalan seperti inovasi tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan inovasi yang berkaitan dengan urusan dan kewenangan.

“Terkait pandemi Covid-19, walaupun situasi semakin membaik, kita tetap harus waspada agar pandemi ini cepat berlalu. Semua kegiatan harus dilaksanakan secara protokol kesehatan,” pesan bupati mengakhiri sambutannya.

Terkait hal tersebut, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menuturkan, pada awalnya hari jadi Kulon Progo ditandai dengan penanaman dua pohon beringin Kyai Mandiro Aji dan Kyai Taru Murti, sebagai bentuk penghargaan dari Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Jika membuka lembaran sejarah, secara teritorial Kabupaten Kulon Progo merupakan penggabungan wilayah Kulon Progo dan Adikarto, yang semula di bawah Keraton dan Pakualaman. Dua pohon beringin tersebut merupakan simbolisasi Loro Loro Ning Atunggal, pada umumnya ditanam di alun-alun yang merupakan pusat inti kota dan pengembangan wilayah.

Pohon beringin tersebut, dalam dimensi vertikal bermakna pasrah diri dan tunduk ke haribaan Sang Khalik, dalam dimensi horisontal mengisyaratkan manunggaling kawuli gusti. Tumbuh tegaknya pohon beringin menggambarkan pengayoman atas landasan nilai-nilai kemanusiaan sebagai pilar utama membangun pemerintahan yang bersih dan baik di era otonomi daerah.

“Dengan simbolisasi pesan dan harapan seperti itu, saya ikut mengayubagyo peringatan Hari Jadi Ke-70 Kulon Progo ke 70. Semoga Tuhan Yang Maha Esa berkenan melimpahkan berkah dan rahmat-Nya bagi keselamatan dan kesejahteraan serta kedamaian segenap masyarakat Kulon Progo, meski menghadapi dampak pandemi sekarang ini. Dirgahayu Kabupaten Kulon Progo,” kata Sri Sultan HB X.

Hadir dalam upacara tersebut, Bupati Kulon Progo dan wakilnya, sekda, ketua DPRD, Dandim 0731, kapolres, Dan Satradar 215/Congot, Plh. Danyon Sat Brimob Sentolo, kajari, Ketua Pengadilan Negeri Wates, kepala kemenag, para asisten, staf ahli, kepala OPD dan BUMD serta panewu se-Kabupaten Kulon Progo. (Ari/Klp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed