oleh

Penganiaya Snr dan An Terancam 7 Tahun Penjara

-Hukrim-82 views
SLEMAN, METROHEADLINE.NET

Snr (15) dan An (16) mengalami luka-luka karena penganiayaan yang dilakukan Bs, Rpf, dan Frh di Dusun Kragilan, Kalurahan Sinduadi, Kecamatan Mlti, Sleman, DIY, Jumat (29/4/2022).

Atas peristiwa yang disangkakan telah melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan dan kekerasan terhadap anak sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 170 KUHP dan Pasal 76 c jo Pasal 80 Ayat 1 UU No. 35/2014 tentang Perubahan atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Demikian diungkapkan Kapolsek Mlati, Kompol Andies F. Utomo, kepada awak media, di kantornya, Sabtu (30/4/2022).  Atas tindakan tersebut para pelaku dapat dihukum penjara selama-lamanya tujuh tahun sebagaimana tercantum dalam pasal 170 KUHP tersebut.

Para tersangka pelaku penganiayaan terancam 7 tahun hukuman penjara (Foto: Humas)

Pasal 76 c UU tentang perlindungan anak, katanya melanjutkan, berbunyi setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh, melakukan atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak.

Dalam pasal 80 UU tersebut disebutkan setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 76 c bisa dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan atau denda paling banyak Rp72 juta.

“Namun, karena semua pelaku masih di bawah umur maka tidak kami tahan, tetapi diwajibkan melapor sesuai dengan aturan yang sudah ada. Barang bukti yang kami amankan, yaitu satu unit sepeda motor Honda Beat Nopol 5382 UR warna biru dongker, satu unit sepeda motor merek Honda Vario Nopol 4998 HY warna  putih, dan dua buah kain sarung warna coklat dan warna ungu,” ujar Andies.

Dia menceritakan, awal mula peristiwa tersebut ketika kedua korban sedang mengendari sepeda motor. Sesampai di Dusun Keragilan, mereka melihat dua sepeda motor memenuhi jalan yang pengendaranya sedang sabet-sabetan kain sarung.

Selanjutnya, Al lansung mendekati dan menendang Pe dan Dd, keduanya kemudian menjadi saksi,  yang menggunakan Honda Beat warna putih tetapi meleset. Lalu, Bs (pelaku lainnya) menyabet sarung ke arah Pe, juga tidak kena.

Kemudian, Rpf dan Frh menyalip motor korban. Rpf turun dari motor lalu mengejar Pe dan Dp yang berbalik arah. Lantas, korban Snr dan An tancap gas selanjutnya terjadilah sabet-sabetan sarung yang mengenai korban. Snr dan An terjatuh dan mengalami luka-luka. Pelaku kemudian pulang ke rumah masing-masing.

Akibat kejadian tersebut Snr mengalami luka, satu giginya copot, satu patah, dan gigi bawahnya mundur ke belakang serta luka lecet-lecet. Untungnya, An hanya mengalami luka memar di bagian kaki kanan. (Joko S)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed