Memperingati HPN, DPD IWOI Sleman Gelar Sharing Bersama Tokoh dan Akademisi

KABUPATEN SLEMAN, METROHEADLINE.NET

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Sleman menggelar doa bersama dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-29, di Sekretariat DPD IWOI Sleman, Kota Yogyakarta, Jumat (9/2/2024). Selain doa bersama, juga diisi dengan sharing bersama para tokoh, akademisi, dan praktisi multidisiplin ilmu.

Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Agustinus Darto Handoko (peneliti BRIN), Tazbir Abdulah, S.H., M.H. (mantan Kepada Badan Pariwisata DIY dan mantan Direktur Pemasaran dan Promosi Kemenparekraf RI), Dr. Haryadi Baskoro (Penasihat IWOI Sleman sekaligus perwakilan FKKI DIY), Pulung (penasihat), Darminto (ketua RT) dan Pengurus DPD IWOI Kabupaten Sleman.

Ketua DPD IWOI Sleman, Yupiter Ome, mengawali pertemuan dengan memaparkan sekilas tentang HPN. Selain HPN, acara sekaligus memperingati HUT ke-6 IWOI yang dilaksanakan secara mandiri di setiap DPW-DPD.

Dalam kesempatan tersebut Agustinus Darto Harnoko menawarkan kerja sama komprehenshif antara DPD IWOI Sleman dan BRIN. Anggota IWOI Sleman secara perorangan atau organisasi dapat  melakukan penelitian tematik yang original,  yang bisa difasilitasi oleh BRIN. Hal ini sebagai bagian dari peran media online dalam membangkitkan kesadaran nasional dan kepedulian sosial jurnalis.

Respons positif juga disampaikan Haryadi Baskoro, yang berpesan agar IWOI Sleman bekerja sama dalam bentuk riset kolaboratif dengan BRIN dalam mempublikasikan hasil riset para peneliti BRIN, baik secara institusi maupun perorangan. Salah satunya, publikasi hasil riset yang sudah dibuat dalam bentuk buku karya Agustinus Darto Handoko.

Sementara itu, Tazbir Abdullah, menuturkan, pilar utama Yogyakarta adalah pariwisata, pendidikan, dan budaya. Pariwisata merupakan sektor andalan, menjadi bagian yang sangat penting di Yogyakarta, maka untuk memajukan pariwisata perlu media untuk mempublikasikan informasi yang positif kepada wisatawan.

“Dengan kemajuan teknologi informasi setiap orang dengan bebas memposting apa saja yang ditemukan secara real time, sehingga semua stakeholder terkait dalam industri pariwisata, termasuk tukang parkir, perlu berkolaborasi menjaga kenyamanan wisatawan,” kata Tazbir.

Terkait masalah tarif parkir beberapa waktu lalu yang sempat viral, yang dilajukan oknum petugas parkir mematok harga di atas tarif resmi, sangat merugikan pemerintah, industri pariwisata Yogyakarta secara keseluruhan.

“Kita berharap kepada pemerintah melalui tim cyber pungli dan Inspektorat Pemprov DIY, serta Gubernur DIY, agar kawasan inti Yogyakarta terbebas dari praktik-praktik pemalakan oknum tukang parkir. Saya berharap teman-teman IWOI  membantu pemerintah, dalam hal pengawasan,  menyampaikan kritik dan saran untuk kami introspeksi,” ungkapnya.

Teralhir, Penasihat IWOI Sleman, Pulung, S.H., mengusulkan IWOI Sleman membuat website sebagai teras depan organisasi dan peluang bisnis, sehingga publik dapat mengakses apa saja yang sudah dilakukan oleh IWOI.

Senada dengan hal tersebut, Haryadi Baskoro menambahkan, IWOI Sleman dapat membangun  kompetensi di bidang entrepreneur jurnalis bekerja sama berbagai pihak. (Ari/Joko Suwanto)