Keluarga Korban Pembunuhan Berharap Polres Tegal Usut Tuntas Pelaku

TEGAL, METROHEADLINE.NET

Peristiwa kelam terjadi di Desa Kertasari, Dukuh Pondok Jati, Suradadi, Tegal, Jawa Tengah. DP, seorang remaja warga Desa Harjasari, Suradadi, terbunuhnya.

Kasus tersebut ditangani oleh Polsek Suradadi dan dilimpahkan ke Polres Tegal. Sangat disayangkan Kanit Polsek Suradadi, Aiptu Eko Wiji Raharjo, tidak merespons saat dikonfirmasi wartawan melalui nomor Whatsapp-nya, Sabtu (2/3/24).

Mengingat kasus ini membutuhkan petunjuk untuk menetapkan tersangka dan sesuai Pasal 120 KUHAP yang menyebutkan, dalam hal penyidik menganggap perlu, maka ia dapat meminta pendapat orang ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus melakukan visum. Ketentuan tersebut kemudian diperjelas dengan Pasal 133 KUHAP dijelaskan guna kepentingan peradilan menangani seorang korban, baik luka, keracunan, ataupun mati yang diduga karena peristiwa tindak pidana.

Maka Polres Tegal sudah melakukan otopsi terhadap mayat korban (DP). Saat dikonfirmasi awak media, penyidik Polres Tegal, Arif, menerangkan terkait pasal yang dikenakan terhadap pelaku.

“Pelaku (D) kami jerat dengan pasal 338 KUHP, UU Darurat No. 12/1951 pasal 2 ancaman maksimal 10 tahun dan pasal penganiayaan berat pasal 351 ayat 70. Saat ini berkas sudah masuk tahap satu di kejaksaan, mungkin Selasa (5/3/24) sudah P21 dan siap disidangkan,” katanya Arif, diruang Kanit PPA Polres Tegal, Sabtu (2/3/24).

Keluarga korban dalam hal ini Darno (ayah korban) mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini. Ia meminta kepada penyidik Polres Tegal agar menangkap semua pelaku. Ia juga meminta Polres Tegal memberikan hasil otopsi kepada keluarga korban untuk transparansi penanganan kasus ini.

“Saya mohon penyidik Polres Tegal tidak mempersulit permintaan kami terkait hasil otopsi. Saya juga mohon agar diusut berapa orang pelaku yang membunuh anak saya karena badan anak saya penuh luka bacok dan memar bekas benda tumpul yang pastinya ini dikeroyok. Dan, berdasarkan keterangan Arif, penyidik Polres Tegal, pelaku tidak sendirian melainkan bonceng bertiga,” ungkap Darno. (Wiratno)