Kapuspen TNI: 22 Penyidik Puspom TNI dan 8 KPK Geledah Kantor Basarnas

JAKARTA, METROHEADLINE.NET

Sebanyak 22 penyidik Puspom TNI dan 8 orang dari KPK mendatangi kantor Basarnas. Kedua tim penyidik tersebut melakukan penggeledahan untuk mencari barang bukti kasus suap Kabasarnas dan Koorsmin Kabasarnas.

Demikian dijelaskan oleh Kapuspen TNI, Laksda TNI Julius Widjojon, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (4/8/2023).

Lebih lanjut, Julius menjelaskan, penggeledahan yang dilakukan secara bersama-sama tersebut menunjukkan sinergisitas kedua lembaga itu dalam mengungkap kasus suap di Basarnas yang telah menjadikan 5 orang sebagai tersangka, yaitu 2 orang TNI aktif sebagai penerima suap dan 3 orang warga sipil sebagai pemberi suap.

Tim penyidik Puspom TNI dan KPK melakukan penggeledahan untuk mencari barang bukti kasus suap Kabasarnas dan Koorsmin Kabasarnas (Foto:Puspen TNI)

Penggeledahan berlangsung lancar tanpa halangan selama lebih kurang 7 jam, pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Semua ruangan yang dinilai terkait dengan barang bukti diperiksa oleh penyidik KPK dan Puspom TNI.

“Selesai penggeledahan, kedua tim membawa 2 peti dan 1 koper barang bukti yang selanjutnya dibawa ke masing-masing kantor penyidik, baik ke Puspom TNI maupun KPK, setelah dibuatkan berita acara penyitaannya,” ungkapnya.

Adapun barang bukti yang dibawa dan disita kedua tim penyidik tersebut berupa bukti transaksi pencairan cek, dokumen administrasi keuangan pekerjaan pengadaan pendeteksian korban reruntuhan dan dokumen surat-surat penting lainnya tentang  pengadaan barang /jasa yang ada di Basarnas tahun  2023.

Selain dokumen tertulis tersebut juga ditemukan dan disita rekaman CCTV di Basarnas terkait perkara tersangka HA. (Puspen TNI/Red)