oleh

Festival Tembakau Nusantara 2022 Digelar di Jakarta

-Ekbis-84 views

Jakarta, Metroheadline.net – Kota Jakarta menjadi tuan rumah dalam kegiatan Festival Tembakau Nusantara 2022 yang melibatkan banyak pelaku UMKM. Festival tembakau yang berlangsung 2 hari (5-6 Maret 2022) diadakan dalam suasana pandemi Covid-19 dengan mengangkat tema ‘Tembakau Penyangga Perekenomian dan Solusi Rakyat Sejahtera’, bertempat di Mangga Dua Square, Jakarta, Sabtu (5/3/2022).

Pembukaan Festival Tembakau Nusantara 2022 dihadiri perwakilan dari Anggota DPR RI, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Komunitas Tembakau Indonesia, Ketua APTI Jawa Barat Drs. Suryana, S.Pd., M.Pd., Dadi dari Agribisnis Tembakau.

Dalam sambutannya Firman Anggota DPR RI dari Fraksi mengatakan komoditi tembakau memberikan kontribusi mencapai 229,3 triliun namun masih belum ada regulasi yang jelas.

“Oleh karena itu harus ada regulasi berupa produk Undang-Undang untuk melindungi petani dan pengusaha tembakau. Saat ini mereka butuh doa dan dukungan dari kawan-kawan semuanya agar kami bersama teman-tema di DPR tetap semangat untuk memperjuangkan undang-undang tersebut,” ungkapnya.

“Undang-Undang ini jelas untuk melindungi hak-hak dari pada petani tembakau kita tidak boleh mundur selangkah pun terus terhadap orang yang anti dan memprotes komoditi tembakau dan turunan produknya,” imbuh Firman.

Dari pantauan awak media, Festival Tembakau Nusantara sendiri diikuti para pelaku usaha dan perusahaan tembakau antara lain KTTI, KPTNI, Jakarta Tobacco, CV. Barack Taste, CV. Rubby Bacco, CV. Diss Aditya/SW, CV. Jago Rasa, 3 Putri 73, Queenbee, Queenzee, Indobacco & Padasuka, Camlok, Sultan Bacco, Java Joy, MK Group (BIN Cigar, Aroma YK, JOG Paper), Mahabarata, Paper Markass, 3 Putri Mr. Jhon Taste, Mahkota, dan One Hundred.

Petani sekaligus pelaku usaha tembakau asal Desa Prancak Eko mengatakan sangat terbantu dengan adanya Festival Nusantara 2022 yang digelar di Jakarta.

“Kami hadir kesini membawa tembakau kualitad asli Madura dari desa Prancak, Madura. Varietas tembakau ini sempat punah, beruntung bibit nya masih disimpan di Balitas Malang dan dikembalikan lagi ke desa asalnya untuk ditanam kembali,” tuturnya.

Eko menyebut produk tembakau yang mereka tawarkan adalah yang terbaik dibandingkan jenis tembakau lainnya.

“Rasanya oriental mirip dengan Kismin dari Turki. Jarum dan Gudang Garam adalah perusahaan yang menjadi pembeli tembakau Prancak ini. Untuk harga ya bersaing baik untuk pasar lokal dan manca negara,” jelas Eko.

Sementara itu, Marketin produk tembakau asal Tumenggung Haikal Hardin, berharap agar Pemerintah memperhatikan nasib para petani tembakau. Komunitas tembakau yang dipimpin Haikal sendiri berada dalam naungan CV Rubby Bacco yang merupakan produsen dan distributor resmi tembakau linting dengan merek Rubby Bacco Silegit Indonesia.

“Termasuk pelaku usaha skala menengah ke bawah kami minta nasib mereka juga diperhatikan dan dibantu. Kepada pemerintah kami harap untuk harga jual komoditi ini diperhatikan termasuk distribusi dan pemasarannya,” kata Haikal. (DBS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed