oleh

Duta Besar Australia Lakasanakan Monev Program Hibah Air Minum dan Sanitasi

-Daerah-21 views
SLEMAN, METROHEADLINE.NET

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams, beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sleman dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) program hibah air minum dan sanitasi dari Pemerintah Australia. Rombongan Dubes dan Bupati Sleman melakukan kunjungan ke rumah warga penerima manfaat hibah air minum di Dusun Mudal, Sari harjo, Ngaglik, Sleman, pada Senin (12/9).

Penny mengatakan, Pemerintah Australia telah beberapa kali menyalurkan bantuan hibah air minum dan sanitasi ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Pertama, program hibah air minum perkotaan dari Pemerintah Australia (AusAID) pada 2013 dan 2014 untuk membangun sebanyak 2.000 sambungan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yang telah mendapatkan reimburse sebesar Rp4 miliatr. Dengan pelaksana teknis adalah PDAM Tirta Sembada Sleman.

Kedua, kata Penny, program hibah air minum berbasis kinerja (AMBK) pada 2021 hingga 2024 dengan dana hibah yang akan diterima setinggi- tingginya  Rp 6,996 miliar, dengan pelaksana teknisnya adalah PDAM Tirta Sembada Sleman.

Penny juga mengatakan pada 2021 Pemkab Sleman juga sudah mendapatkan reimburse dana hibah AMBK sebesar Rp 712,5 juta, sisanya akan dimintakan reimburse secara bertahap.

Ketiga program hibah sAIIG pada 2016 sampai dengan 2020, untuk pembangunan sanitasi sebanyak 2.387 sambungan rumah air limbah sistem pengolahan terpusat dan telah mendapatkan reimburse sebesar Rp10,821 miliar.

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sripurnomo, menyampaikan terima kasih atas bantuan hibah yang telah diberikan dan berharap melalui upaya ini masyarakat Sleman dapat semakin sejahtera.

Kustini mengatakan, pada 2021 akses air minum telah mencapai 100% , di antaranya 20,60% merupakan jaringan perpipaan, sedangkan 79,40% merupakan jaringan non-perpipaan. Jaringan perpipaan perkotaan dikelola PDAM Tirta Sembada Sleman, sedangkan jaringan perpipaan perdesaan dikelola oleh masyarakat melalui sistem penyediaan air minum perpipaan pedesaan (SPAMDES) dan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS).

“Hingga 2022 Sleman telah memiliki 63 Desa PAMSIMAS, yang tersebar di 16 kapanewon. Sementara jaringan non perpipaan berupa sumur gali dimiliki masyarakat secara mandiri. Untuk sanitasi Pemkab Sleman fokus pada penyediaan akses layak dan aman air limbah domestik. Pada tahun 2021 akses layak dan aman air limbah di Kabupaten Sleman, telah mencapai 98%, terdiri dari akses sanitasi layak sebesar 76,23% dan akses sanitasi aman sebesar 21,77% sementara 2% lainnya merupakan sanitasi  belum layak. Pemerintah Sleman berkomitmen, untuk menyelesaikan 2% sanitasi yang belum layak menjadi layak dan aman,” kata Kustini. (Joni Chan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed