oleh

Bupati Kustini Tinjau Pelaksanaan Operasi Pasar Minyak Goreng Curah

-Daerah-70 views
Sleman, METROheadline.net

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, meninjau pelaksanaan operasi pasar minyak goreng curah di Gedung Serba Guna Kompleks Lapangan Denggung, Kamis (28/4). Turut mendampingi, Asekda Perekonomian dan Pembangunan Budiharjo, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dra. R.R. Mei Rusmini S.

Dalam kesempatan itu, Kustini menjelaskan, pasokan minyak goreng curah yang disediakan sebanyak 6.000 liter. Karena itu, ia menekankan agar masyarakat tidak perlu panik untuk ketersediaan minyak goreng hingga hari raya Idul Fitri nanti.

“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan selalu memantau dan memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok, termasuk minyak goreng. Kesediaan ini Insyaallah masih aman hingga 7 hari setelah Lebaran nanti, sehingga Bapak Ibu semua tidak perlu khawatir. Tidak perlu punic buying,” katanya meyakinkan.

Pada 2022, Pemkab Sleman telah melakukan operasi pasar sebanyak 4 kali. Dari kegiatan tersebut, sebanyak 31.684 liter minyak goreng telah didistribusikan kepada masyarakat kurang mampu, UKM, dan UMKM binaan pemkab.

Kepala Dinas Perdagangan Sleman, Mei Rusmini, menjelaskan, dalam operasi pasar kali ini, Pemkab Sleman bekerja sama dengan Perum Bulog Divre Yogyakarta menyediakan minyak goreng curah sesuai ketentuan harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp 14.000/liter dan atau Rp 15.500/kg. Sasaran operasi ditujukan kepada pedagang kaki lima (PKL), pedagang pasar, serta masyarakat umum di wilayah Kapanewon Sleman dan Kapanewon Mlati.

Ia menambahkan, untuk mendapatkan minyak goreng curah di operasi pasar, masyarakat hanya perlu membawa fotokopi KTP, wadah minyak berupa botol atau jirigen, dan uang tunai. Sementara itu, pembelian minyak goreng curah untuk PKL dan pedagang pasar per orang dibatasi maksimal 18 liter, sedangkan untuk masyarakat umum maksimal 5 liter.

“Jadi, kita sarankan kepada warga harus membawa tempat sendiri berupa dirigen atau tempat yang lain, yang bisa menampung. Biar cepat, biar tidak ada penumpukan karena kemarin sudah kami daftar PKL, pedagang pasar, dan penjual warung makanan,” ungkap Mei.

Ia mengatakan, pihaknya sudah memantau harga minyak goreng di pasaran, harganya bervariasi. Ada yang menjual dengan harga Rp17.000, mungkin karena mendapatkanya sulit atau biaya untuk antre dan lain sebagainya.

“Tapi kami sudah sosialisasi bahwa sebenarnya HET untuk minyak goreng curah itu Rp14.000, tetapi karena antre, mungkin itu untuk biaya antre. Padahal, kami sudah sosialisasikan. Saya berharap pada hari ini kita siapkan 6.000 liter. Semoga habis semuanya,” katanya.

Ia juga mengatakan, harga pangan masih cukup terkendali. Artinya, masih di batas wajar. Biasanya konsumsi masyarakat naik sampai 30℅. (Joko S.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed