oleh

Bupati KSP Letakkan Batu Pertama Pembangunan Ponpes Lansia Makrifatullah Puri Ledya Banar

-Daerah-239 views
SLEMAN, METROHEADLINE.NET

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo (KSP), melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Lansia Makrifatullah  Puri Ledya Banar, Sendangmulyo, Kapanewon Minggir, Sleman, Selasa (15/3/2022). Pada waktu yang sama, ia juga meresmikan Masjid Jamilah sebagai bagian dari ponpes tersebut.

Ketua Yayasan Kiwari, Ustaz Supriadi, mengatakan, pondok tersebut akan menjadi tempat bagi lansia yang ingin memperdalam agama untuk mendekatkan diri dengan Tuhan.

Bupati Sleman menandatangani peresmian Masjid Jamilah (Foto: Ari)

“Kita buat ponpes ini untuk mendoakan orangtua-orangtua kita agar husnulkhatimah,” tuturnya kepada Metroheadline.net.

Supriadi menjelaskan, untuk tahap awal, setelah membangun Masjid Jamilah akan dilanjutkan membuat joglonya dahulu sebagai pusat kegiatan lansia. Setelah itu, akan dibangun asrama, dapur, dan ruang makan.

“Luas lahan 1.852 meter persegi dengan biaya pembangunan kurang lebih RP2,9 miliar. Daya tampung 25 orang lansia, yang bisa berasal dari seluruh DIY dan Indonesia,” ujarnya.

Bupati Sleman bersama anak-anak yatim dan lansia usai secara simbolis menyerahkan santunan (Foto: Ari)

Bupati KSP memberikan apresiasi dan menyambut gembira upaya pembangunan ponpes tersebut. Menurutnya, keberadaan Ponpes Lansia Makrifatullah akan meningkatkan pemahaman ilmu agama di kalangan lansia.

“Pesantren Lansia Makrifatullah Puri Ledya Banar adalah tempat beraktivitasnya para insan lansia mengisi hari tuanya dengan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mengabdi kepada Allah swt., serta ilmu yang dimiliki bisa diajarkan ke generasi penerus. Harapannya, agar ilmunya bisa bermanfaat untuk orang banyak dan bekal di akhirat,” katanya.

Lebih lanjut Kustini mengatakan, pesantren lansia memiliki peranan yang besar dalam menciptakan kemandirian dan membimbing para santri lansia dalam meningkatkan kualitas hidup, terutama dalam memanfaatkan waktunya untuk belajar dan mengamalkan ajaran agama.

Ahli waris dan cucu pertama dari Mbah Siti Jamilah yang mewakafkan tanahnya, Ilya Fajar Maharika, mengatakan, inisiatif dari keluarga untuk mewakafkan sebidang tanah.

Bupati Sleman bersama pengurus Yayasan Kiwari dan undangan lainnya (Foto: Ari)

“Kami melihat ponpes lansia ini tidak hanya penting untuk yang muda-muda, tapi untuk yang usia tua agar ada yang mengawal sampai husnulkhatimah. Lansia menjadi warga yang aktif sampai hari tuanya secara spiritual, fisik, sosial, bahkan belajar terhadap hal-hal baru tanam-menanam dan sebagainya,” ungkap Ilya.

Ia menceritakan, Mbah Siti Jamilah adalah ibu rumah tangga yang sampai tuanya tetap aktif, seperti menganyam bambu.”Sebidang tanah ini cukup lama menjadi tegalan. Ini wujud kerelaan dari anak-anaknya untuk memuliakan simbah dan orangtua secara umum,” tutupnya.

Ustaz Ari, sebagai tim panitia menyampaikan, selain peresmian Masjid Jamilah dan peletakan batu pertama Ponpes Lansia Makrifatullah Puri Ledya Banar juga diadakan santunan untuk adik-adik yatim dan lansia binaan Yayasan kiwari yang secara simbolis diserahkan oleh Bupati Sleman. (Ari)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed