oleh

Bupati KSP Harapkan Guru Penggerak Tularkan Pengetahuan kepada Guru Lainnya

-Daerah-23 views
SLEMAN, METROHEADLINE.NET

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo (KSP), secara resmi membuka lokakarya 7 Festival Panen Hasil Belajar dalam Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 3, Sabtu (14/5). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Matematika tersebut digelar di Hotel Sahid Raya, Babarsari, Depok, Sleman, 13-14 Mei 2022.

Kustini mengapresiasi sekaligus mengaku bangga dengan para guru yang mengikuti program lokakarya tersebut. Peran guru sangat penting dalam mencetak karakter generasi penerus bangsa. Sebagai pendidik, peran guru tidak dapat digantikan oleh apapun. Hubungan guru dengan siswa tidak hanya sebatas transfer of knowledge, tetapi juga transfer of value. Sehingga, guru dapat menanamkan sikap, nilai moral dan etika kepada siswanya.

“Saya berharap dengan lokakarya ini para calon guru penggerak dapat memahami dan menularkan

pengetahuan yang diperoleh dari program PGP kepada rekan guru lainnya, sehingga bisa meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Sleman,” katanya.

Sementara itu, Nunik Sukeksi, dari P4TK Matematika mengutip pernyataan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, bahwa program tersebut dimaksudkan untuk mencetak guru dengan keterampilan khusus. Untuk itu, setiap guru yang mengikuti program tersebut akan mendapatkan pelatihan secara intensif selama sembilan bulan.

“Mendikbudristek mengatakan bahwa melalui program PGP ini kita sedang membangun elite force atau semacam Kopassus dalam TNI AD. Tapi tentu ini tidak mudah. Perlu mental yang kuat juga harus mampu mengikuti pelatihan secara intensif,” ujarnya.

Disebutkan, lokakarya 7 ini secara bersamaan digelar di tujuh kabupaten se-Indonesia, yaitu Bantul, Sleman, Klaten, Ogan Ilir, Muara Enim, Lampung Selatan, dan Lampung Utara. Lokakarya diikuti oleh 600 calon guru penggerak, 472 kepala sekolah, 70 pengawas, 22 perwakilan dinas pendidikan, dan 72 dari komunitas praktisi pendidikan. (Joko S./Suharmanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed