oleh

Kasus Penganiyaan Dipetieskan, Ini Kata Kuasa Hukum

-Hukrim-42 views

Jakarta, Metroheadline.net – Tindakan aparat kepolisian yang mempetieskan laporan polisi terkait dugaan penganiayaan yang menimpa Elliana Wibowo dan Alm. Ibu Janti Wirjanto (istri dari Alm. Surjo Wibowo), ahli waris pemegang saham PT Blue Bird Tbk, saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan taksi tersebut, pada 23 Mei 2000, diduga telah melanggar hukum.

“Dalam RUPS, 23 Mei 2000, Ibu Elliana dan alm Ibu Janti Wibowo mengalami pengeroyokan dan intimidasi yang dilakukan oleh H. Purnomo Prawiro (Direktur PT Blue Bird), Noni Sri Aryati Purnomo (Komisaris PT BlueBird Tbk), Hj Endang Purnomo, dan dr. Indra Marki,” kata Stefanus Roy Rening Kuasa Hukum Elliana Wibowo, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu (27/8/2022) siang.

Menurut Stefanus Roy Rening, tindak kekerasan tersebut telah dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan No Pol 1172/935/K/V/2000/ RES JAKSEL tertanggal 25 Mei 2000. Selanjutnya, Polres Jakarta Selatan telah melakukan proses penyelidikan dan penyidikan serta menetapkan status tersangka kepada (H. Purnomo Prawiro, Hj. Endang Purnomo, Noni Sri Aryati Purnomo, dan Indra Marki).

Berkas perkara pun telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Namun, dikembalikan oleh Kejaksaan kepada Penyidik Polres Jakarta Selatan melalui Surat Nomor B78/P-1.13.3/E.2/08/2000 tanggal 4 Agustus 2000.

Kabarnya, lanjut Stefanus Roy Rening di hari yang sama, terbit telegram dari Kaditserse Polda Metro Jaya (PMJ) No Pol.TR/20/2001 tanggal 4 Agustus 2000 yang pada pokoknya menyatakan menarik perkara dimaksud ke PMJ dengan alasan menjadi atensi pimpinan. Pasca ditarik, PMJ menerbitkan Surat Ketetapan No: S.TAP/28/111/2001/Dit/Reserse tentang Penghentian Penyidikan (SP-3) terhadap Laporan Polisi No: 1172/935/K/V/2000/RES.Jaksel tanggal 25 Mei 2000, dengan alasan tidak cukup bukti. (Mul)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed