by

Terkait Perkara Pembobolan ATM Pengacara Terdakwa Hadirkan Saksi Ahli Hukum Pidana Cyber

-Metro-133 views

Jakarta, MetroHeadLine.net – Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) kembali menggelar sidang lanjutan perkara pidana atas nama terdakwa 1 Andy Chandra dan terdakwa 2 Dicky Lunvensia dengan nomor perkara 1147/Pid.Sus/2020/PN.JKt.BRt, Rabu (7/10/2020), dengan agenda mendengar keterangan saksi ahli Hukum Pidana Cyber dalam kasus pembobolan ATM di wilayah Jakarta Barat.

Dihadapan Jaksa Penuntut Umum, R.Lina Sinaga, SH,, pengacara kedua terdakwa, Prof. Dr, Suhandy Cahaya, SH, MH, menghadirkan saksi ahli Hukum Pidana Cyber, Idham Qrida Nusa, S.Kom, SH.MH.
Dalam keterangan keahliannya, Idham memberikan pendapat hukum sesuai dengan peran masing-masing kedua terdakwa, dimana terdawa 1 Andy Chandra bertugas mengambil sejumlah uang di ATM dan terdakwa 2 Dicky Lunvensia bertugas mengoperasikan komputer sesuai arahan tersangka Sandi yang sedang ditahan di Polres Jakarta Barat.

Dalam persidangan yang digelar secara virtual tersebut Idham Qrida Nusa, S.Kom, SH, MH, berpandangan, dalam kasus tersebut perbuatan hukum yang dilakukan terdakwa 1 dan terdaka 2 terjadi karena tersangka Sandi yang saat ini sedang ditahan di Polres Jakarta Barat, memperalat terdakwa 2 dengan iming-iming memberikan sesuatu pekerjaan yang sama sekali tidak tahu bahwa perbuatan yang dilakukan melanggar hukum atau tidak. Selanjutnya hasil pekerjaan yang dilakukan oleh terdakwa 2 digunakan oleh terdakwa 1 untuk mengambil uang dari ATM.

Idham menjelaskan bahwa perbuatan hukum yang dilakukan oleh terdakwa 2 termasuk dalam kategori tindak pidana ringan (tipiring), pasalnya terdakwa 2 dalam melakukan pencurian tidak bersamaan dan jumlah uang yang diambil Dicky pun hanya sebesar Rp 100 ribu, sementara perbuatan hukum yang dilakukan oleh terdakwa 1 bukan merupakan tipiring
“Tindalan hukum yang dilakukan oleh terdakwa 2 tidak ada unsur kesengajaan karena pekerjaan yang dilakukan tidak tahu bahwa itu melanggar hukum atau tidak dan uang yang diambil hanya seratus ribu rupiah. Sementara perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa 1 ada unsur kesengajaan karena dia melakukan pengambilan uang ke ATM secara berulang kali,” jelas Ahli.

Berdasarkan Pasal (3) Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda Dalam KUHP (‘Perma 2/2012’) : telah disesuaikan, yaitu harga barang tidak lebih dari Rp 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah) dan besarnya pidana denda adalah sebesar Rp 900.000,-” Selanjutnya diterangkan juga bahwa pencurian dilakukan jam 05:42:28 WIB, tidak/bukan pada waktu malam hari, dan di ruang ATM merupakan ruang publik terbuka, bukan/tidak dalam rumah atau perkarangan tertutup yang ada rumahnya.

Selain itu, kartu putih yang digunakan untuk membobol ATM tidak ada logonya. Menurutnya, justru terdakwa melakukan pelanggaran berat jika kartu tersebut ada logonya. Pertimbangan lainnya adalah terdakwa 2 hanya dijanjikan pekerjaan dan dalam menjalankan pekerjaannya terdakwa 2 disediakan laptop, kartu chip, dan database.

“Dakwaan kejahatan secara bersama sama atau perbuatan bersekutu yang dituduhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada kedua terdakwa tidak terbukti karena kedua tersangka melakukan perbuatannya secara terpisah sesuai perannya masing masing dan bukan dalam ruang ATM yang sama namun mesin ATM yang berlainan, beda ID ATM dan beda alamat IP atau beda IP address. Unsur secara bersama-sama mulai dari persiapan sampai pelaksanaan tidak terbukti,” ujar Idham.

Lebih jauh Idham menjelaskan, dalam sidang terungkap bahwa dari barang bukti yang diketemukan, kartu magnetic sudah tercopy data-data nasabah beberapa Bank. “Saya menghimbau agar nasabah dapat mengganti PIN secara berkala setiap bulan agar ke depan tidak ada korban-korban lainnya karena bukan tidak mungkin orang yang menjadi aktor utama akan terus melakukan perekrutan terhadap anak-anak muda yang sebenarnya mau kerja secara halal tetapi malah diperalat sindikat pembobol ATM,” pungkasnya

Selanjutnya, sidang akan kembali digelar pekan depan dengan agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum dan pembelaan. (ANT/DBS)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed