by

Seputar Formula E Jakarta

-Nasional-168 views

Jakarta, Metroheadline.net-Balapan Formula E Jakarta akan dilaksanakan pada Tanggal 6 Juni 2020, di Sirkuit Monas, pada hari Sabtu.

Sejak awal digelar pada 2014 Formula E memang memosisikan diri sebagai balapan hari Sabtu. bila dalam satu seri di sebuah kota digelar dua race, maka balapannya digelar hari Jumat dan Sa Mereka melakukan hal itu karena supaya tidak bentrok dengan Formula 1 dan MotoGP yang menggelar lombanya di hari Minggu. Strategi ini membuatjumlah penonton FE di seluruh dunia apakah di sirkuit atau di televisi, dari tahun ke tahun meningkat.

Pemilihan area Monas, Karena setiap race pada Kejuaraan ABB FlA Formula E yang digelar di sebuah kota senantiasa m icon kota tersebut. Nah, icon paling terkenal di Jakarta adalah Monas.

Sirkuit ini dibuat di tengah kota dan berbentuk sirkuitjalan raya, supaya memberi kemudahan kepada masyarakat untuk menontonnya dan dengan harapan lebih banyak datang ke Monas menggunakan kendaraan umum sehingga membantu menguranl emisi karbon. ltu sejalan dengan kampanye lingkungan bersih yang digelorakan oleh FE.

Panjang Sirkuit Monas 2,588 km, berputar searah jarum jam, dan memiliki 12 tikungan (8 kanan, 4 kiri).

Area di sana layak dijadikan tempat dibangunnya sirkuit bertaraf internasional, karena telah dilakukan Kajian mendalam telah dilakukan oleh Formula E melalui tim arsitek yang selama ini dikenal set perancang sirkuit-sirkuit balap modern, Tilke Engineers and Architects. Bersama FIA, mereka tel menelaah segala hal dan memastikan bahwa kawasan di sekitar tugu Monas sangat Iayak untuk dijadikan sirkuit jalan raya kelas dunia.

Lamanya proses membangun Sirkuit Monas
Pengerjaannya akan dilakukan tak lama lagi. Proses sejak pengaspalan, pembuatan pagar, hingga membangun tribun-tribun penonton memakan waktu sekitar tiga bulan. Proses terakhir adalah homologasi atau semacam sertifikasi yang akan dilakukan dan diberikan oleh FIA.

FORMULA-E CHAMPiONSHIP ,
Batu-batu alam (cobble stone) yang ada di Monas nanti dibuang dan diganti aspal SEMUA.

Kami punya dua pilihan, pelapisan sebagian cobble stone dengan aspal atau membongkar semua cobble stone lalu diganti aspal baru secara permanen. Dari sisi efektivitas pengerjaan, pelapisan lebih mudah dan cepat. Sementara untuk pembongkaran butuh waktu lebih lama. Saat ini pilihan kami adalah pelapisan sebagian cobble stone, tepatnya di area-area di mana jalur trek, tribun, pit, dan paddock berada. Teknologi yang sudah maju membuat lapisan aspal sementara itu bisa segera dilepas setelah event sehingga cobble stone akan kembali seperti semula.

Kecepatan maksimal yang bisa dilakukan di Sirkuit Monas? Dalam simulasi yang dilakukan oleh tim perancang Tilke, angkanya bisa menyentuh 220 km/jam dengan lokasi sebelum Tikungan 7.

Adapun durasi balapan di Monas Berbeda dengan F1 yang memakai jumlah lap, Formula E memakai patokan waktu. Di semua event termasuk Jakarta E-Prix nanti, durasi Iombanya adalah 45 menit + 1 lap. Jadi total sekitar 47 menit.

Lama kontrak Jakarta E-Prix selama Lima tahun, mulai 2020 dan berakhir di 2024.

Saat ini pembalap kita yang berlaga di level tertinggi balap mobil adalah Sean Gelael. Dari banyak sisi dialah yang paling memenuhi syarat untuk mendapatkan e-license atau SIM untuk bisa berlaga di FE. Hanya, jadwal Jakarta E-Prix 2020 bentrok dengan jadwal F2 di Baku, Azerbaijan di mana Sean ambil bagian. Walau begitu, karena kontrak Jakarta berdurasi lima musim, bukan mustahil di tahun-tahun mendatang Sean ambil bagian sehingga ada wakil Merah-Putih di Jakarta E-Prix.

Kalau tak ada local hero, bukankah itu akan mengurangi daya tarik bagi penonton?

Sesungguhnya situasi di sekitar perhelatan FE itu sendiri adalah daya tarik yang besar. Kita bukan hanya disuguhkan Iomba yang susah ditebak siapa pemenangnya, namun juga bagaimana sustainable living atau hidup ramah lingkungan untuk masa depan dijalankan. Selain itu ada pula E-Village yang merupakan area semacam fan zone. Di sana para pengunjung bisa melihat semua permainan khas Formula E, sambil makan-minum, mendengarkan musik, dan melihat pameran.

Pembalap dan tim yang ambil BAGIAN ada 24 pembalap dari 12 tim. Mereka, pembalap maupun tim, berasal dari 13 negara.

BEKAS pembalap F1 yang ambil bagian di FE? Felipe Massa, Stoffel Vandoorne, Jean-Eric Vergne, Brendon Hartley, dan Pascal W. (Mulyawan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed